Pembelajaran Satuan Suhu, Waktu, Kecepatan, dan Debit
Selasa Juni 26th 2012, 2:21 am
Filed under: Uncategorized

A. Pembelajaran Satuan Suhu.

Di dunia terdapat banyak standar satuan hitung skala suhu misalnya:

  1. Celcius atau selsius
  2. Fahrenheit atau farenheit
  3. Reamur atau rheamur
  4. Kelvin (standar SI satuan internsionl)
  5. Rankine
  6. Delisle
  7. Newton
  8. romer

Namun yang akan kita bahas lebih lanjut rumusnya hanya :

  1. Celcius atau selsius
  2. Fahrenheit atau farenheit
  3. Reamur atau rheamur

Untuk lebih memahami tentang suhu, ada baiknya menyiapkan termometer. Kita  mengukur suhu badan dengan cara menyimpan termometer itu pada ketiak selama beberapa saat, dan selanjutnya membaca termometer yang menunjukkan suhu badan. Dari sini kita mulai kenal dengan satuan suhu, yaitu derajat dan ukuran suhu yaitu celcius. Misalnya suhu badan seseorang adalah 370 C  mengukur suhu air yang diambil dari lemari es, atau obyek-obyek lainnya.

Di dalam pelajaran sains (IPA) dikenal beberapa ukuran. Suhu, yaitu Celcius (C), Reamur (R), dan Fahrenheit (F). Perbandingan antara

ketiga ukuran itu adalah sebagai berikut.

C : R : F = 5 : 4 : 9 dengan catatan bahwa:

a.  Jika diketahui ukuran suhu dinyatakan dalam C atau R maka untuk menghitung

ukuran suhu dalam F, hasil perhitungannya ditambah 32.

b.  Jika diketahui ukuran suhu dinyatakan dalam F maka untuk menghitung ukura suhu dalam C atau R, ukuran suhu dalam F dikurangi dulu 32.

Untuk lebih jelasnya, kita perhatikan contoh berikut ini.

Contoh 1.

Misalkan ukuran suhu sebuah apel yang baru diambil dari dalam lemari es adalah 10 0C.

Berapa derajatkah suhu apel itu bila diukur dalam skala R (Reamur) dan F (Fahrenheit)?

Jawab.

R adalah 4/5 x 100 = 80

F adalah (9/5 x 100) + 320 = 500

Hasil ini sering kali dinyatakan sebagai 100 C = 80 R = 500 F

Contoh 2.

Suhu sebuah benda adalah 950 F. Nyatakan suhu benda itu dalam skala C dan R.

Jawab.

C adalah 5/9 x (950 – 320) = 350

R adalah 4/9 x (950 – 320) = 280

Dengan demikian 950 F = 350 C = 280 R.

 

B. Pembelajaran Satuan Waktu

Awalilah pembelajaran ini dengan bertanya kepada anak-anak. Contoh pertanyaannya sebagai berikut:

a. Ibu guru bertanya kepada Ani, “Berapa umurmu sekarang?” Ani menjawab

bahwa umurnya sekarang adalah 12 tahun.

b. Ibu guru bertanya kepada Ita, “Berapa usia adik bayimu?” Ita menjawab, “5

bulan”.

Sampaikan bahwa tahun dan bulan adalah satuan-satuan waktu. Tanyakan kepada siswa, “Adakah satuan waktu yang lain yang telah kalian kenal? Coba tuliskan!” Mungkin anak-anak menjawab bulan, minggu, hari, jam, menit, dan detik. Sampaikan pula bahwa ada satuan waktu yang lain lagi, yaitu abad, dasawarsa, windu, dan lustrum atau pancawarsa.

Tanyakan kepada siswa hubungan abad dengan tahun, dasawarsa dengan tahun, windu dengan tahun, lustrum dengan tahun, tahun dengan bulan, tahun dengan hari, minggu dengan hari, hari dengan jam, jam dengan menit, dan menit dengan detik. Apabila masih ada siswa yang bingung, jelaskan hubungan-hubungan itu. Untuk menjelaskannya, apabila diperlukan, gunakan alat peraga kalender dan jam dinding. Hubungan-hubungan itu adalah sebagai berikut:

a. 1 abad = 100 tahun

b. 1 dasawarsa (dekade) = 10 tahun

c. 1 windu = 8 tahun

d. 1 lustrum (pancawarsa) = 5 tahun

e. 1 tahun = 12 bulan

f. 1 tahun = 365 hari (untuk bukan tahun kabisat / tahun yang bilangan

tahunnya   tidak habis dibagi 4)

g. 1 tahun = 366 hari (untuk tahun kabisat / tahun yang bilangan

tahunnya habis dibagi 4)

h. 1 minggu = 7 hari

i. 1 hari = 12 jam

j. 1 jam = 60 menit

k. 1menit = 60 detik.

 

Menyelesaikan soal-soal tentang kesetaraan satuan waktu, seperti berikut:

a. 1,5 windu = ……………………………………………………..tahun.

b. 5 lustrum + 2, 5 dasawarsa = ……………………………….…….tahun.

c. 5 windu + 3 lustrum + 3,2 dasawarsa = ……………………….…tahun.

 

Jawaban yang diharapkan dari mereka adalah sebagai berikut:

a. 1,5 windu = 1,5 x 8 = 12 tahun.

b. 5 lustrum + 2, 5 dasawarsa = (5 x 5) + (2,5 x 10) = 50 tahun.

c. 5 windu + 3 lustrum + 3,2 dasawarsa = (5 x 8) + (3 x 5) + (3,2 x 10) = 87 tahun.

 

 

 

SATUAN WAKTU

Satuan waktu yang sering digunakan pada debit yaitu jam,menit,dan detik. Hubungan antar satuan waktu (jam,menit,dan detik) sebagai berikut:

1 jam = 60 menit = 3.600 detik.

1 menit = 60 detik

Dan satuan waktu itu ada lagi seperti menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun, seperti berikut ini:

1 abad = 100 tahun

1 windu = 8 tahun

1 tahun = 12 bulan

1 bulan = 30 hari

1 minggu = 7 hari

1 hari = 24 jam

1 jam = 60 menit

1 menit = 60 detik

 

 

C. Pembelajaran Satuan Kecepatan.

Untuk mengawali pembelajaran kecepatan di sekolah dasar, tanyakan kepada siswa apakah mereka sudah pernah mendengar kata cepat, atau kecepatan, dan kapan kata cepat atau kecepatan itu digunakan. Mungkin siswa akan menjawab bahwa kata-kata itu mereka gunakan pada saat meperhatikan mobil yang sedang melaju, atau pesawat terbang yang sedang diangkasa, dan lain-lain. Sampaikan kepada siswa sebuah kalimat yang ada kaitannya dengan kecepatan, misalnya, “Sebuah mobil menempuh jarak 60 km dalam waktu 1 jam. Mobil itu dikatakan mempunyai kecepatan rata-rata 60 km per jam dan ditulis 60 km/jam”. Berikan beberapa pertanyaan lagi yang berkaitan dengan penggunaan kecepatan rata-rata dalam km/jam.

Untuk membuat kesimpulan bahwa jika kecepatan rata-rata suatu benda dilambangkan dengan V, jarak yang ditempuh suatu benda itu dilambangkan dengan S, dan waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak itu adalah t,   maka V = S/t.

Penggunaan rumus itu untuk menyelesaikan beberapa soal kecepatan rata-rata yang disajikan oleh guru.

 

Contoh soalnya adalah sebagai berikut:

Tentukan kecepatan rata-rata sebuah mobil yang bergerak menempuh jarak 100 km

dalam waktu 2 jam.

Jawab:

S = 100 km dan t = 2jam

V = 100/2 = 50 km/jam

Jadi kecepatan rata-rata mobil itu adalah 50 km/jam.

Sampaikan kepada siswa bahwa kita masih mempunyai satuan kecepatan yang lain, yaitu

km/menit, km/detik, m/jam, m/menit, dan m/detik; diantara satuan-satuan itu kita dapat mencari kesetaraannya. Berikan beberapa contoh mencari kesetaran itu.

 

Misalnya,

(1) 30 km/jam = (30/60) km/menit = ½ km/menit

(2) 60 km /jam = (60 x 1.000/ 60) m/menit =1.000 m/menit.

Mintalah siswa menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan kesetaraan dalam satuan kecepatan.

Contoh soalnya adalah sebagai berikut:

1. 15 km/jam = ………….. km/menit

2. 450 m/menit = ……….. m/jam

3. 150 m/menit = ……….. km/jam

Jawaban contoh soal di atas adalah sebagai berikut:

1. 15 km/jam = 0,25 km/menit

2. 450 m/menit = 27.000 m/jam

3. 150 m/menit = 9 km/jam

Ingatkan siswa supaya teliti penggunaan satuan kecepatan yang diminta jika satuan waktu yang diketahui bukan dalam jam atau satuan jarak yang diketahui bukan dalam km. Berikan sebuah soal yang berhubungan dengan masalah ini dan bimbinglah mereka seperlunya jika mengalami kesulitan. Contoh soalnya adalah sebagai berikut:

Dalam sebuah perlombaan balapan motor jarak pendek ditentukan jarak yang ditempuh

1,5 km. Seorang pembalap dapat menyelesaikan jarak itu dalam waktu 36 detik. Berapa

kecepatan rata-rata motor pembalap itu?

Jawab:

S = 1,5 km.

t = 36 detik = 36/3.600 = 0,01 jam

V = S/t =1,5/0,01 = 150 km/jam.

Jadi kecepatan rata-rata motor itu adalah 150 km/jam.

 

 

SATUAN KECEPATAN

Km/ jam merupakan satuan kecepatan, Selain km/jam satuan kecepatan yang sering digunakan antara lain m/ detik dan cm / detik. Satuan kecepatan yang satu dapat diubah menjadi satuan kecepatan yang lain.

Contoh:

1 km / jam = ………….m / detik

Begini caranya:

1 km / jam =

Jadi, 1 km / jam = 0,27 m / detik.

Hubungan antar satuan panjang yaitu :

Km

Hm

Dam

M

Dm

Cm

Mm

 

Turun 1 tingkat dikali 10

Naik 1 tingkat dibagi 10

1 km = 1000 m

1 dam = 10 m

100 cm = 1 m

 

 

 

 

 

D.  PEMBELAJARAN SATUAN DEBIT

Mungkin banyak siswa yang belum mendengar kata “debit”. Untuk itu guru perlu menyampaikan sebuah cerita dalam bentuk sebuah kalimat yang berkaitan dengan debit.

Contoh kalimat itu adalah, “banyaknya air yang keluar dari sebuah kran dan dalam waktu 1 menit adalah 20 L. kalimat ini dapat dinyatakan dengan debit air yang keluar dari kran itu adalah 20 liter per menit, atau ditulis 20 L/menit”. Kalimat itu dapat diteruskandengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan, misalnya berapa L/menit debit air yang keluar dari kran itu jika dalam 1 menit kran itu mengeluarkan air 25 liter.

Guru juga perlu menyampaikan satuan kubik yang lain di antaranya adalah L/jam,m3/jam, m3/menit, cc/jam, dan cc/ menit dan memberikan contoh penggunaannnya, misalnya debit semburan lumpur lapindo di Porong dan debit air terjun pada sebuah bendungan besar. Tanyakan pada siswa, satuan debit apa yang lazim digunakan untuk mengukurnya. apakah L/menit atau ada satuan lain. Jika masih kesulitan menjawab, guru perlu menyampaikan bahwa satuan debit yang lazim digunakan untuk masalah di atas adalah m3/jam, m3/menit, atau m3/detik.

Selain dari satuan-satuan kubik yang telah disebutkan di atas, sampaikan pula satuan debit yang lain lagi, yaitu cc/jam, cc/ menit, dan cc/detik. Selanjutnya mintalah siswa secara sendiri menyelesaikan soal-soal yang telah disiapkan oleh guru dan mereka boleh menggunakan kalkulator. Amatilah siswa bekerja dan berikan bantuan secukupnya bila siswa mengalami kesulitan, kalau perlu ingatkan kembali tentang kesetaraan antar satuan

volume dan kesetaraan antar satuan waktu.

Contoh pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru adalah sebagai berikut:

a.1 L/menit = …………..… L/jam

b.15 L/jam = ……………… L/menit

c.1 m3/menit = …………….. m3/jam

 

Jawaban siswa terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas diharapkan adalah sebagai berikut:

a. 1 L/menit = 60 L/jam

b. 15 L/jam = 0,25 L/menit

c. 1 m3/menit = 60 m3/jam

 

Debit

Debit adalah banyaknya (Volume) zat cair yang mengalir tiap satuan waktu. Banyaknya zat cair disebut Volume dan dinyatakan  m3, cm3, mm3, atau liter ( 1 dm3 = 1 liter).  Satu satuan waktu yang dimaksud yaitu detik,menit,atau jam.  Misalnya Debit dilambangkan dengan huruf Q, Volume dengan huruf V, dan waktu dengan huruf t.

Debit =   Secara umum , debit dirumuskan :   Q  =

Satuan  debit misalnya cm3 / det, m3 / jam, liter/ detik atau liter/ jam.

 

Cara mengukur debit air

TUJUAN: Untuk mengetahui besarnya volume air yang mengalir agar dapat membuat estimasi jumlah penduduk yang bisa menikmati air bersih atau luas sawah yang dapat diairi. Volume air yang mengalir disebut “Debit air” dan diukur dengan satuan Liter per Detik.

CARA MENGUKUR: Terdapat dua cara yang dapat dipakai di lapangan dengan peralatan sederhana.

  1. Menggunakan ember dan jam tangan yang ada jarum detik. Dihitung waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ember dengan penuh. Besarnya isi ember harus diketahui, misalnya 5 liter. Pengukuran dilakukan tiga atau empat kali dan menggunakan hasil rata-rata.

 

CONTOH SOAL:

Ember 8 liter. Terisi setelah 15 detik, 12 detik, 17 detik, dan 12 detik

15 + 12 + 17 + 12 = 56, atau rata-rata 14,0 detik

Debit air adalah 8 liter dibagi 14 detik, sama dengan 0,57 liter per detik.

  1.  Menggunakan jam tangan yang ada jarum detik dan alat mengukur panjang (pita ukur, meteran). Metode ini menggunakan rumus Debit = Kecepatan X Luas Penampang. Basah. Penampang boleh berbentuk segi empat panjang, atau trapesium, atau bentuk bebas. Penampang diperkirakan dengan satuan M2. Kecepatan diukur dengan melihat berapa detik diperlukan untuk benda ringan mengalir sekian meter, dengan satuan Meter per Detik.




     
1 Comment so far



Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(wajib)

(wajib)